Japan

Keindahan dan Keunikan 4 Musim di Jepang

06 Jun 2020
Keindahan dan Keunikan 4 Musim di Jepang

Membicarakan musim di Jepang, tak seperti 4 musim di negara-negara benua Eropa, Jepang yang dijuluki sebagai negeri matahari terbit dari Asia ini sebenarnya memiliki daya tarik yang cukup unik jika dibandingkan dengan negara-negara di Eropa. Musim dingin di Jepang tentunya tak sama dengan musim dingin di Jerman. Begitupun dengan musim seminya, musim panasnya, dan musim gugurnya. Kira-kira seperti apa ya 4 musim di Jepang itu? Yuk, simak!

 

1. Musim Semi (Haru) (Maret-Mei)

Siapa yang tak tertarik berkunjung ke Jepang pada saat musim semi? Musim semi menjadi waktu terpopuler bagi turis asing mengunjungi Jepang. Di musim semi, kamu dapat menikmati keindahan bunga sakura yang bermekaran di setiap sudut kota di Jepang. Bunga sakura biasanya akan mulai bermekaran pada awal Maret hingga awal April, di mana waktu puncak mekarnya terjadi pada awal bulan April.

Pada musim semi, hal yang biasa dilakukan warga Jepang maupun turis asing adalah berpiknik di ruang terbuka. Mereka akan membawa bekal makanan (bento) untuk disantap sambil menikmati udara musim semi dan keindahan bunga sakura yang bermekaran.

 

2. Musim Panas (Natsu) (Juni-Agustus)

Musim panas di Jepang ternyata tak boleh kamu lewatkan lho, mina-san! Meskipun musim panas di Jepang bisa mencapai temperatur suhu 40°C, di mana suhu udara yang dirasakan cukup panas dan lembab, namun ternyata pada musim ini kamu dapat menyaksikan festival-festival unik khas Jepang lho.

Pada musim panas di Jepang akan ada banyak perayaan festival (matsuri) yang diselenggarakan. Festival (matsuri) di Jepang ini sangat menarik karena memiliki nilai budaya Jepang yang sangat kental, terutama budaya religiusnya. Salah satu yang menarik adalah pertunjukkan kembang api (hanabi). Kembang api (hanabi) pada awalnya digunakan untuk mengusir roh jahat. Kamu dapat menikmati kembang api yang indah pada malam hari saat musim panas. Sangat menarik, bukan?

 

3. Musim Gugur (Aki) (September-November)

Nuansa oranye-kemerahan seperti akan menikmati suasana matahari terbenam (sunset) sangat tepat untuk menggambarkan musim gugur di Jepang. Jika musim semi identik dengan nuanasa merah muda yang cantik, maka pada musim gugur identik dengan nuansa oranye-kemerahan yang mempesona. Musim gugur di Jepang ditandai dengan daun-daun pepohonan yang berubah warna menjadi oranye, merah, dan kuning. 

Musim gugur menjadi cukup populer di Jepang. Warga Jepang maupun turis asing biasanya akan travelling di alam terbuka untuk menikmati keindahan daun momiji yang berwarna oranye yang berjatuhan, disempurnakan dengan suhu udara yang sejuk. Merupakan musim terbaik untuk kamu yang ingin jalan-jalan mengelilingi Jepang!

 

4. Musim Dingin (Fuyu) (Desember-Februari)

Siapa yang tak ingin menikmati hamparan salju dengan membuat boneka salju, bermain ski, maupun sekedar melihat butiran salju mencair di atas permukaan tangan kita? Kamu tak perlu khawatir akan merasa kedinginan saat memasuki musim dingin di Jepang. Meskipun temperatur suhu musim dingin mencapai dapat mencapai -3°C ditempat tertentu, kamu tetap dapat bepergian keluar rumah dengan mengenakan pakaian khas musim dingin di Jepang, seperti baju hangat dan mantel. Model pakaian hangat yang kawaii atau menggemaskan tentunya dapat meningkatkan mood kamu untuk berselfie mengabadikan momen musim dingin di Jepang. Selain itu, kamu dapat mengunjungi beberapa destinasi wisata yang populer dikunjungi warga Jepang dan turis asing pada saat musim dingin seperti ski, snowboard, dan tempat pemandian air panas (onsen). Menarik, bukan?

 

expand-team-image
Joycareプロフェッショナルチームと共にあなたのチームを強くしましょう
介護士採用をお考えの企業様へ
whatsapp-icon