Japan

Bekerja di Jepang Bagi Orang Indonesia dengan Arubaito (Versi Garuyan)

12 Sep 2020
Bekerja di Jepang Bagi Orang Indonesia dengan Arubaito (Versi Garuyan)

Joycare: Bekerja di Jepang Bagi Orang Indonesia dengan Arubaito (Versi Garuyan)

ditulis oleh Garuyan, dipublikasikan oleh Joycare

 

   Joycare punya segudang cerita mengenai kehidupan orang Indonesia di Jepang. Salah satunya Garuyan yang bekerja di Jepang dengan arubaito ketika mengikuti sekolah bahasa di Jepang.

    Seperti menguras air laut, cerita pengalaman bekerja di Jepang tidak akan habis selembar dua lembar ketika membahasnya. Menurutnya, akan menjadi novel jika bercerita mengenai hal yang ia sukai dari Jepang. Garuyan mempunyai pengalaman unik mengenai bekerja di Jepang yang tidak akan ia jumpai di Indonesia.

Garuyan tiba di Jepang sekitar bulan Juni atau pada separuh akhir musim semi di Jepang. Tentu saja ia tidak menduga jika sudah hampir tidak ada bunga sakura yang tersisa di dahan-dahan pohon sakura, padahal ia ingin sekali melihatnya. Ia baru mengetahui bahwa sakura hanya mekar dan gugur paling lama sekitar 2 minggu saja. Jadi, bagi minasan yang ingin pergi bekerja di Jepang dan ingin wisata ke Jepang untuk melihat bunga sakura, pastikan dahulu Jadwal Hanami (Bunga Bermekaran) di Taman-Taman Jepang.

 

Kehidupan Orang Indonesia Bekerja di Jepang

Garuyan berangkat ke Jepang untuk Sekolah Bahasa di Tokyo International Exchange Collage Japanese School terletak di Hachioji, Tokyo. Ini bukan merupakan program pertukaran pelajar maupun beasiswa, Garuyan membiayai sendiri uang sekolahnya. Ia harus bekerja di Jepang dengan cara kerja part time atau arubaito. Uang yang ia peroleh dari hasil arubaito sangat cukup untuk biaya sekolah di Jepang dan biaya hidup di Jepang. Meskipun pas-pasan, tutur Garuyan.

 

Bekerja di Jepang Penuhi Kebutuhan Hidup Siswa

joycare punya segudang cerita mengenai kehidupan orang indonesia di jepang. salah satunya garuyan yang bekerja di jepang dengan arubaito ketika mengikuti sekolah bahasa di jepang.

Arubaito merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Jerman “arbeit” dan bukan berasal dari bahasa Jepang asli. Entah sejak kapan istilah tersebut masuk dan diadaptasi menjadi bahasa Jepang. Part time atau biasa disebut arubaito/baito ini hampir selalu tersedia di tempat-tempat seperti restoran, café, department store, pabrik, dan lain-lain. Kyuuryou / gajinya pun berbeda-beda tergantung tempat dan jenis pekerjaannya. Untuk wilayah Tokyo, gaji bekerja part time di Jepang berkisar antara 950 – 1300 yen per jam, atau sekitar ± 95-130 ribu rupiah belum termasuk lembur yang biasanya naik sampai 25% dari gaji perjamnya.

Bekerja part time atau arubaito sudah menjadi bagian dari budaya Jepang. Rata-rata anak remaja di Jepang melakukan arubaito untuk menambah uang jajan atau menabung untuk membeli barang yang diinginkannya. Bahkan ada juga yang melakukan arubaito hanya untuk mengisi waktu luang saat libur musim panas yang berlangsung 2 sampai 3 minggu. Mungkin kegiatan arubaito yang dilakukan sejak remaja inilah yang membentuk mental pekerja keras dan mandiri dari orang-orang Jepang, selain didikan dari sekolah. 

 

Sistem Arubaito Bekerja di Jepang Jika Ada di Indonesia

 Menurut Garuyan, sistem kerja paruh waktu ini akan sangat bagus untuk diadaptasi di Indonesia. Arubaito dapat menjadi solusi untuk berbagai masalah sosial saat ini. Seperti freshgraduate yang diharuskan mempunyai pengalaman kerja saat melamar dapat memasukkan pengalaman arubaitonya ini. Jangan sampai freshgraduate di Indonesia yang terpaksa menganggur karena sulitnya mendapatkan pekerjaan di Indonesia dengan keahlian dan pengalaman yang terbatas, justru berakhir melakukan tindakan kriminal yang merugikan lingkungan sosialnya.

 

Informasi Lowongan Bekerja di Jepang melalui Joycare

     Joycare memberikan kesempatan untuk minasan yang ingin mengikuti pelatihan bahasa Jepang N5-N4 dan pelatihan keahlian khusus (Specified Skilled Worker) atau VISA Tokutei Ginou untuk bekerja di Jepang bagi orang Indonesia. Informasi lowongan kerja di Jepang dari Joycare terbuka untuk S1, D4, D3 Semua Jurusan, termasuk loker bekerja di Jepang untuk S1 Bahasa Jepang, D4 Bahasa Jepang, D3 Bahasa Jepang, S1 Keperawatan, D4 Keperawatan, D3 Keperawatan, D4 Kebidanan, D3 Kebidanan. Di Joycare kamu dapat mengetahui informasi mengenai cara bekerja di Jepang dengan VISA Tokutei Ginou GRATIS namun bersyarat dengan beasiswa pinjaman gakuseicare untuk membayar biaya pelatihannya, dapat dicicil setelah bekerja di Jepang. Klik informasi mengenai program Joycare di sini.

 

Kesimpulan Bekerja di Jepang dengan Arubaito Versi Garuyan

Menurut Garuyan pengalaman sekolah sambil bekerja part time atau bekerja di Jepang terdapat banyak pelajaran yang tidak bisa didapatkan selama tinggal di Indonesia. Garuyan dapat belajar untuk manajemen waktu, manajemen diri, dan merasakan sendiri menjadi minoritas di lingkungan kerja si mayoritas.

 

 

Penulis: Garuyan

"Lagu Hitomi no jyuunin (larc enciel) menjadi pintu masuk saya mengenal budaya jepang. Menyukai band Jepang Bump of Chicken."

expand-team-image
Joycareプロフェッショナルチームと共にあなたのチームを強くしましょう
介護士採用をお考えの企業様へ
whatsapp-icon