Japan

Alasan Pemerintah Jepang Membuka Pintu Lebar Warga Asing Kerja di Jepang

09 Apr 2021
Alasan Pemerintah Jepang Membuka Pintu Lebar Warga Asing Kerja di Jepang

Ternyata Ini, Alasan Jepang Membuka Pintu Lebar Warga Asing Untuk Kerja di Jepang

Pernahkah Anda punya rencana kerja di jepang? Coba Anda ingat ingat kembali memori sejak masa sekolah dulu sampai dengan saat ini. Jika sempat ada keinginan, apa yang menjadi latar belakangnya?

Dari beberapa responden yang pernah kami temui, di antara yang menumbuhkan minat mereka adalah bahwa jepang merupakan negara maju, negara dengan teknologi yang sangat canggih. Bagaimana dengan Anda ?

Alasan yang lumayan masuk akal, negara maju, negara teknologi, namun yang pasti Jepang memiliki budaya yang sampai saat ini masih dijaga, saat di mana suatu bangsa hampir melupakan budayanya, bangsa Jepang justru merawatnya. 

Ketika Anda kerja di jepang, aktual budaya yang dipelihara bangsa jepang akan langsung dirasakan.

 

Pemerintahan Jepang dan Urusan Tenaga Kerja

Sebuah fakta unik di Jepang yang penting untuk Anda ketahui adalah bahwa Jepang memiliki kemampuan percepatan dalam segala bidang industri pekerjaan, bukan hanya pada teknologi.

Sementara tenaga kerja di jepang ternyata sangat kurang dibandingkan kemajuan bidang pekerjaannya. Inilah satu di antara alasan kenapa pemerintahan negeri tirai bambu ini sangat membuka ruang kepada para pekerja asing untuk bekerja di sana.

Bagi pemerintah Jepang, permasalahan berkaitan tenaga kerja ini menjadi sesuatu yang sangat serius. Butuh perhatian khusus. Sehingga sudah dipastikan bahwa peluang untuk kerja di jepang senantiasa terbuka lebar.

Negara Jepang sangat terkenal menjaga kualitas dalam urusan pekerjaan, sehingga meskipun butuh banyak pekerja untuk pemenuhan industri negaranya, seleksi penerimaan pekerja sangat ketat dilakukan. Anda Siap?

 

Penyebab Jepang Sedikit Tenaga Kerja

Ternyata, warga Jepang di wilayah pedesaan dominan merantau ke perkotaan ya, ini sebuah realita disana. Ini tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, urbanisasi yang telah membudaya.

Jika urbanisasi memiliki persentase tinggi di suatu negara, maka wilayah daerah pedesaan yang ditinggalkan akan kesulitan mengembangkan potensi wilayahnya, dan ini pun terjadi di negara maju seperti Jepang.

Daerah yang seharusnya dibangun oleh warga usia produktif kerja, justru malah ditinggalkan penduduknya. Ini menjadi sebuah problema bagi Jepang yang notabene pengembangan industrinya lebih ke daerah jauh dari perkotaan, tenaga kerja pun sangat besar dibutuhkan.

Tingkat permintaan produk buatan Jepang sangat tinggi, mendorong tingkat produksi pun semakin meningkat. Jika tidak disertai tenaga kerja yang memadai, justru menjadi penyakit yang butuh terapi.

Selain urbanisasi, tingginya tingkat produksi, masih ada alasan lainnya Jepang senantiasa kekurangan tenaga kerja, yaitu tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan dengan angka kelahiran penduduknya.

Data ini dihimpun dari banyak sumber terpercaya. Jika kondisinya demikian, berarti sangat wajar jika pemerintahan Jepang sangat membuka pintu lebar-lebar untuk warga asing bekerja di jepang, termasuk pekerja dari Indonesia.

Kerja di Jepang atau bagi sebagian kita menyebutnya dengan magang di Jepang, dari sisi penghasilan atau gaji magang di Jepang yang bisa didapatkan pun memang sangat menggiurkan.

Pihak pemerintah jepang tentunya sudah memperhitungkan faktor keuntungan dan kerugiannya berkaitan dengan ketenagakerjaan negaranya, terutama yang berkaitan dengan pekerja asing.

Bisa jadi, kerugian yang disebabkan kurangnya tenaga kerja dengan tingkat produksi tinggi akan sangat memberatkan dibandingkan dengan memberikan upah tinggi kepada para pekerja, baik warga lokal maupun pekerja dari luar negaranya.

Bagi para pekerja dari banyak negara, tentu saja ini menjadi informasi yang sangat berguna, sebuah peluang yang sangat berharga untuk bisa mendulang pundi berupa pendapatan yang sangat besar dengan kerja di Jepang.

Apalagi bagi para pekerja di usia produktif, bukan saja peluang meraih penghasilan, akan tetapi bisa menjadi bekal pengalaman dan tentunya meningkatkan tentang pengetahuan di negerinya para pendekar samurai.

Jika Anda berminat meraih kesempatan kerja di jepang, Anda bisa mulai mencari Informasi dan referensi. Karena sekarang sudah banyak yang mengurusi perihal pekerjaan di Jepang, bahkan mulai dari persiapan keberangkatan sampai kembali pulang.

 

Program Tokutei Ginou Jepang Caregiver

Program magang di Jepang memang cukup populer sejak 10 tahun terakhir. Gaji magang di Jepang yang terbilang besar membuat orang-orang berbondong-bondong ingin bekerja di Jepang. Namun kamu perlu tahu bahwa pemerintah Jepang merilis program kerja di Jepang yang lebih baru lagi, yaitu Tokutei Ginou.

Program Tokutei Ginou memiliki 14 bidang, dan yang paling dibutuhkan saat ini lowongan pekerjaan tokutei ginou caregiver.

Bersama dengan Joycare Indonesia sebagai perusahaan pemberangkatan kerja di Jepang untuk program Tokutei Ginou Caregiver, kamu yang memiliki kualifikasi lulusan D3 D4 S1 dari semua jurusan dapat mengikuti program Joycare.

Joycare Indonesia membuka kesempatan bagi kamu untuk mendaftar tokutei ginou kerja di Jepang. Sebelum mendaftar, pastikan kamu sudah mengikuti webinar Joycare untuk memahami program tokutei ginou caregiver seperti apa.

Pendaftaran webinar Joycare untuk program Tokutei Ginou Caregiver dapat dilihat pada artikel kami berikut ini.

Demikian ulasan tentang alasan pemerintah jepang membuka kesempatan tenaga kerja asing bekerja di negaranya. Jadi tahu kan, kenapa banyak sekali dibutuhkan tenaga kerja disana ? Semoga bermanfaat.

 

expand-team-image
Joycareプロフェッショナルチームと共にあなたのチームを強くしましょう
介護士採用をお考えの企業様へ
whatsapp-icon